Perjalananku ke Kuala Lumpur bulan Juni ini, dihiasi dengan indahnya pelangi. Di pesawat, ku perhatikan bagaimana awan bergerak perlahan, menghalangi sinar matahari ke bumi, setelah beberapa saat, ku perhatikan awan besar, bentuknya seperti gumpalan asap ledakan, subhanallah, indahnya. Setelah beberapa saat lagi ku perhatikan, ada sebuah lengkungan di balik awan yang dominannya berwarna merah, ya, itu pelangi, pelangi yang biasanya ku lihat dari bawah, kini ku berada di atasnya, ku lihat dari atas! Subhanallah, luar biasa indahnya kubilang.
Aku pun jadi teringat dengan kata-kata "Orang yang pesimis berkata 'ada awan di depan matahari', namun orang yang optimis berkata 'ada matahari cerah di balik awan'", mungkin kali ini aku revisi sedikit, "Ada Indahnya Pelangi di balik Awan" :)
Adapun hikmah dari kata-kata di atas ialah, orang yang pesimistis, ia hanya terfokus terhadap masalah yang ada, menjadikannya seakan-akan sangat besar, sehingga muncul keraguan masalahnya akan terselesaikan. Atau misal, memiliki keinginan, namun terlalu memikirkan probabilitas pencapaian, terlalu memikirkan hambatan-hambatan yang akan dihadapi, dan itu akhirnya hanya akan membuat keyakinannya berkurang untuk mencapai keinginannya, akhirnya? langkahnya pun menjadi lambat, atau bahkan sama sekali tak berani melangkah karena ketakutannya ! Itulah si pesimis.
Bagaimana dengan yang satunya lagi? Ya, orang yang optimis sebaliknya, meski sebesar apapun masalah yang dihadapinya, dia tetap melihat peluang, harapan, kebahagiaan di balik masalah-masalahnya yang ada, sehingga masalahnya tidak menjadi besar, dia menjadi lebih tenang menghadapi masalahnya, berfikir tenang, positif, yang membuat prilaku-prilakunya menuju arah penyelesaian, menuju harapan yang akhirnya membuat masalah-masalah yang ada terselesaikan. Dia yakin, dia melangkah dengan berani, tegar, dan dengan penuh keyakinan. Lihat, adakah sama langkah dan proses yang akan dihadapi oleh orang yang optimis ini, dengan langkah dan proses yang akan dihadapi oleh orang yang pesimis? tentu tidak. Si optimis melangkah dengan keyakinannya, si pesimis melangkah dengan keragu-raguannya. So, jadilah orang yang Optimis !
Janganlah terlalu melihat masalahnya, tapi lihat peluang dibaliknya. Jangan terlalu berputar-putar didalam masalah, tetapi bergeraklah menuju penyelesaiannya. Jangan terlalu memikirkan besarnya masalah, karena Allah tidak akan memberi masalah terhadap suatu orang di luar kemampuannya. Jangan terlalu memikirkan sulitnya masalah tersebut, karena Allah berfirman, "Inna Ma'al 'Usri Yusra" (Sesungguhnya Setelah Kesulitan Itu Ada Kemudahan).
Dibalik awan yang besar, terselip indahnya lengkungan pelangi.
Dibalik hitamnya awan, ada cerahnya matahari yang bersinar.
Setelah derasnya hujan, ada indahnya pelangi.
Sebesar apapun masalahnya, kita masih punya Allah Yang Maha Besar, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Be positive my friend.. :)
-Bogor, 27 Juni 2012-