2012-06-27

Indahnya Pelangi di balik Awan

Perjalananku ke Kuala Lumpur bulan Juni ini, dihiasi dengan indahnya pelangi. Di pesawat, ku perhatikan bagaimana awan bergerak perlahan, menghalangi sinar matahari ke bumi, setelah beberapa saat, ku perhatikan awan besar, bentuknya seperti gumpalan asap ledakan, subhanallah, indahnya. Setelah beberapa saat lagi ku perhatikan, ada sebuah lengkungan di balik awan yang dominannya berwarna merah, ya, itu pelangi, pelangi yang biasanya ku lihat dari bawah, kini ku berada di atasnya, ku lihat dari atas! Subhanallah, luar biasa indahnya kubilang.

Aku pun jadi teringat dengan kata-kata "Orang yang pesimis berkata 'ada awan di depan matahari', namun orang yang optimis berkata 'ada matahari cerah di balik awan'", mungkin kali ini aku revisi sedikit, "Ada Indahnya Pelangi di balik Awan" :)

Adapun hikmah dari kata-kata di atas ialah, orang yang pesimistis, ia hanya terfokus terhadap masalah yang ada, menjadikannya seakan-akan sangat besar, sehingga muncul keraguan masalahnya akan terselesaikan. Atau misal, memiliki keinginan, namun terlalu memikirkan probabilitas pencapaian, terlalu memikirkan hambatan-hambatan yang akan dihadapi, dan itu akhirnya hanya akan membuat keyakinannya berkurang untuk mencapai keinginannya, akhirnya? langkahnya pun menjadi lambat, atau bahkan sama sekali tak berani melangkah karena ketakutannya ! Itulah si pesimis.

Bagaimana dengan yang satunya lagi? Ya, orang yang optimis sebaliknya, meski sebesar apapun masalah yang dihadapinya, dia tetap melihat peluang, harapan, kebahagiaan di balik masalah-masalahnya yang ada, sehingga masalahnya tidak menjadi besar, dia menjadi lebih tenang menghadapi masalahnya, berfikir tenang, positif, yang membuat prilaku-prilakunya menuju arah penyelesaian, menuju harapan yang akhirnya membuat masalah-masalah yang ada terselesaikan. Dia yakin, dia melangkah dengan berani, tegar, dan dengan penuh keyakinan. Lihat, adakah sama langkah dan proses yang akan dihadapi oleh orang yang optimis ini, dengan langkah dan proses yang akan dihadapi oleh orang yang pesimis? tentu tidak. Si optimis melangkah dengan keyakinannya, si pesimis melangkah dengan keragu-raguannya. So, jadilah orang  yang Optimis !

Janganlah terlalu melihat masalahnya, tapi lihat peluang dibaliknya. Jangan terlalu berputar-putar didalam masalah, tetapi bergeraklah menuju penyelesaiannya. Jangan terlalu memikirkan besarnya masalah, karena Allah tidak akan memberi masalah terhadap suatu orang di luar kemampuannya. Jangan terlalu memikirkan sulitnya masalah tersebut, karena Allah berfirman, "Inna Ma'al 'Usri Yusra" (Sesungguhnya Setelah Kesulitan Itu Ada Kemudahan).

Dibalik awan yang besar, terselip indahnya lengkungan pelangi.
Dibalik hitamnya awan, ada cerahnya matahari yang bersinar. 
Setelah derasnya hujan, ada indahnya pelangi.
Sebesar apapun masalahnya, kita masih punya Allah Yang Maha Besar, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Be positive my friend.. :)

-Bogor, 27 Juni 2012-

2012-06-20

Move On, Bergeraklah

Tulisan kali ini tentang move on, ada kata "move" yang artinya "pergerakan", dan bila disandingkan dengan "on" bermakna bergerak ke depan, maju, berubah ke arah yang lebih baik. Istilah tersebut akhir-akhir ini banyak digunakan, terlebih para remaja, bisa dibilang "ada move on kalau ada galau", begitulah kurang lebih, hhe


Saya menemukan quote yang sangat bagus sekali dari seorang ilmuwan yang lahir di Jerman, doktor yang sangat terkenal, terlebih di dunia fisika setelah merumuskan teori relativitas umum, relativitas khusus, dan teori lainnya. Dan rumus terkenal darinya ialah E=mc². Ya, Anda pun pasti mengenal foto di atas, dialah Albert Einstein.

"Nothing Happens Until Something Moves"

Simpel saja kata-katanya, "Nothing happens until something moves" yang apabila diartikan kedalam bahasa Indonesia artinya "Tidak ada yang terjadi sampai ada sesuatu yang bergerak". Kata-kata tersebut sesungguhnya memiliki arti yang kuat, makna yang dalam.

Bila kita kaitkan dengan harapan dan masa lalu, masa sekarang ialah posisi saat ini, seseorang yang mempunyai harapan (di depan) sejatinya akan melakukan sesuatu untuk mencapainya, misal saat kita sedang lapar, tentu kita akan mencari makanan untuk memenuhi harapan menghilangkan lapar. Ketika mempunyai harapan, harapan hanyalah harapan jika kita  tak berusaha mengejarnya dengan tindakan/pergerakan yang mengarahkan kita menggapai harapan tersebut, ya, tidak akan terjadi apa-apa jika kita tak "bergerak", hanya terbuai dengan angan-angan tanpa tindakan pasti, tunggulah penyesalan.

Sebaliknya, seseorang yang "galau" atau dengan kata lain, hatinya sedang tak menentu, bimbang, bingung, dan sebagainya, mereka yang fikirannya terlalu lama di dalam kerangka masa lalunya, tentu saja kebimbangan hatinya akan bertahan lama, ya, seperti kata Einstein di atas, tidak akan ada yang terjadi sampai kita bergerak, fikiran harus cepat diarahkan kedepan, berfikir positif, kita harus menyadari bahwa larut dalam masa lalu dalam waktu yang lama sangat tidak baik, menguras waktu dan fikiran, itu sebenarnya yang kadang tak disadari, maka cepat sadarilah! Move On! ingat kata Einstein di atas. :)

Intinya adalah, kita harus berusaha demi mengubah keadaan kita menjadi lebih baik, ketika kita mengharapkan keadaan yang lebih baik, tetapi nyatanya kita malas dan tidak berusaha bergerak, hasilnya? Nothing Happen. So? Ikhtiar!

Rasulullah pun selalu membimbing umatnya agar senantiasa semangat berikhtiar, ya, untuk kebaikan umatnya. 
"Bersemangatlah kamu menempuh apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan sekali-kali kamu malas." Al-Hadits

Dan ingat juga Ayat Al-Qur'an (QS 13:11)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” 

Ya, Nothing Happens Until Something Moves
Semangat kawan, kejar impianmu dengan semangatnya ikhtiar dan doa, dan bertawakkal-lah pada Allah, Dia-lah yang paling tahu kebaikan hamba-Nya :)

-Bogor, 20 Juni 2012-

2012-02-02

Hikmah Menjenguk Orang yang Sedang Sakit

Menjenguk yang sedang sakit, ialah salah satu perintah Rasulullah, sebagaimana sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, "Hak muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin". (HR. Al-Bukhari, Muslim)

Menjenguk kerabat yang sedang sakit, ialah salah satu bentuk rasa kasih sayang kepada sesama muslim. Rasulullah bersabda, "Perumpamaan orang yang beriman dalam cinta dan kasih sayang sesama mereka adalah bagaikan satu tubuh yang bila salah satu anggota tubuh mengeluh sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain tidak dapat tidur dan selalu merasa panas". (HR. Muslim) Maka sudah sepatutnya jika terdapat kerabat yang sedang sakit, sebagai muslim kita harus menunjukkan rasa peduli itu dengan menjenguknya dan mendoakan kesembuhannya.

Menjenguk orang yang sedang sakit juga adalah upaya mempererat tali silaturahim. Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahim." (Mutafaqun ‘alaihi). Dan keutamaan silaturahim lainnya ialah sebagaimana sabda Rasulullah, "Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim." (HR. Tirmidzi)

Dan dalam menjenguk yang sedang sakit, seharusnya kita dapat meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala, karena terkadang kita seringkali lalai terhadap nikmat-Nya, Rasulullah bersabda, "Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesehatan dan waktu luang". (HR. Bukhari), dan Allah berfirman, "Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih." (QS. 34:13)

Mari kita ingatkan kepada yang sedang sakit, untuk tidak putus harapan, dan terus bersyukur atas kenikmatan-Nya yang telah diberikan, agar senantiasa merasa bahagia, karena bahagia ialah buah dari rasa syukur. Dan juga mengingatkan bahwa sakit itu dapat menghapus dosa, sebagaimana sabda Rasulullah, "Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya."(HR. Al-Bukhari)
Dengan diingatkan hal ini, InsyaAllah dapat menambah rasa sabar dan memberi kekuatan bagi yang sedang sakit.

Hikmah lainnya dalam hal menjenguk kerabat yang sedang sakit ialah menggapai doa 70.000 malaikat, Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lainnya pada pagi hari, kecuali 70.000 malaikat akan bershalawat untuknya hingga sore hari. Jika dia menjenguknya di sore hari, maka 70.000 malaikat akan bershalawat untuknya hingga pagi. Dan dia akan mendapatkan kebun yang penuh berisi buah-buahan di surga kelak.” (HR. At-Tirmizi) Adapun maksud shalawat disini ialah didoakan oleh para malaikat. Subhanallah

Wallahu a'lam

2011-09-20

Kisah Keputusan Nabi Sulaiman Alaihi Salam


Telah bercerita kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] telah bercerita kepada kami [Abu Az Zanad] dari ['Abdurrahman] yang bercerita kepadanya bahwa dia mendengar dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] yang mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaanku di hadapan manusia bagaikan seseorang yang menyalakan api lalu kupu-kupu dan hewan-hewan ini masuk ke dalam api tersebut". Dan Beliau juga bersabda: "Ada dua orang wanita dengan bayinya masing-masing lalu datang serigala membawa kabur salah satu dari bayi itu. Maka salah seorang dari wanita itu berkata; "Yang dibawa kabur serigala itu adalah anakmu". Dan wanita lainnya berkata; "Justru anakmu yang dibawa kabur serigala itu". Akhirnya keduanya meminta keputusan kepada Nabi Daud 'Alaihissalam lalu Nabi Daud memutuskan bahwa bayi yang ada itu milik wanita yang lebih tua. Namun keduanya pergi menemui Nabi Sulaiman bin Daud 'alahimassalam dan menceritakan peristiwa yang telah terjadi kepadanya. Maka Sulaiman berkata: "Berikan pisau agar aku potong bayi ini menjadi dua". Wanita yang lebih muda berkata; "Jangan kamu lakukan. Semoga Allah merahmatimu, anak itu miliknya". Maka akhirnya Nabi Sulaiman memutuskan bahwa bayi itu milik wanita yang lebih muda". Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; "Demi Allah, aku belum pernah mendengar tentang "sikkin" (pisau) dalam kisah ini kecuali hari ini dan kami tidak pernah mengatakannya kecuali al-Mudyah (golok).
(Shahih Bukhari)
Dari kisah di atas Nabi Sulaiman bin Daud ‘Alaihissalam sengaja meminta pisau untuk memotong bayi itu menjadi dua, sehingga ibu yang asli dari bayi tersebut tidak akan tega anaknya dibelah menjadi dua, sehingga ia rela mengakui kalau itu bukan anaknya supaya bayi tersebut tidak jadi dibelah dan tetap hidup, dari sikap wanita yang lebih muda tersebut, dapat diketahui bahwa siapa ibu yang asli dari bayi tersebut, dan akhirnya Nabi Daud ‘Alaihissalam memutuskan bahwa bayi itu milik wanita yang lebih muda.
Wallahu a’lam

2011-09-17

Bukan Sembarang Garis


Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Selepas mengerjakan shalat ‘Isya’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpaling dan meraih tangan Abdullah bin Mas’ud lalu membawanya keluar hingga sampai di Baththaa’ Makkah (tanah lapang luas di kota Makkah). Beliau memerintahkannya duduk dan membatasinya dengan garis lalu bersabda, “Tetaplah engkau di garis itu, karena akan ada beberapa orang yang mendatangimu. Janganlah engkau ajak bicara karena mereka juga tidak akan mengajakmu bicara.”


Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat ke tempat yang beliau kehendaki. Abdullah bin Mas’ud melanjutkan ceritanya, ”Ketika aku duduk di garisku tersebut datanglah beberapa orang lelaki yang warna kulit dan rambutnya hitam seperti ter (aspal, ed.). Sampai-sampai aku tidak dapat melihat aurat dan kulit mereka. Mereka mendatangiku namun tidak melewati garis tersebut. Kemudian mereka pergi ke arah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi. Di akhir malam datanglah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam menemuiku sementara aku masih tetap duduk di atas garisku. Beliau bersabda, “Aku tidak tidur semalaman ini!” Beliau duduk bersamaku di garis tersebut kemudian menyandarkan kepalanya di pahaku lalu tidur. Beliau biasanya mendengkur kalau tidur. Ketika aku duduk dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidur berbantalkan pahaku tiba-tiba datanglah beberapa orang lelaki yang mengenakan pakaian putih. Masya Allah, wajah mereka sangat tampan. Mereka mendatangiku. Sebagian dari mereka duduk di dekat kepala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sebagian lagi dekat kaki beliau. Kemudian mereka saling berbincang, “Belum pernah kita melihat seorang hamba diberi karunia seperti karunia yang diberikan kepada nabi ini, kedua matanya tertidur namun hatinya terjaga. Buatlah perumpamaan bagi dirinya! Perumpamaan seorang tuan yang membangun istana kemudian menyajikan hidangan lalu mengundang orang-orang untuk makan dan minum dari hidangan tersebut. Barang siapa yang memenuhi undangannya maka ia dapat makan dan minum dari hidangannya itu. Dan barang siapa yang tidak memenuhinya maka ia akan disiksa atau diazab.” Kemudian mereka menghilang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun terbangun dan berkata, “Apakah engkau mendengar apa yang mereka katakana? Tahukah engkau engkau siapa mereka?”