2010-09-22

Ikhlas

Bismillahirrahmanirrahiim...

This article i review from 'Amr Khalid's book, "Menjernihkan Hati"...

IKHLAS

Ikhlas adalah menyatunya setiap ucapan, perbuatan, dan apa saja yang kita lakukan di dunia ini hanya untuk satu tujuan, yaitu untuk menggapai keridhaan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung. Untuk itu, ikhlas adalah hal yang sangat penting jika kita ingin mendapatkan kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat.
Ada yang mendefinisikan bahwa ikhlas adalah "pekerjaan yang diniatkan hanya untuk Allah. Maka, kita tidak boleh mengerjakan sesuatu diniatkan untuk yang lain selain kepada Allah." Ada juga yang mengatakan ikhlas adalah perbuatan yang tidak ingin mendapat perhatian dari orang lain. Yang diharapkan adalah perhatian Sang Pencipta.

Berdasarkan pengertian ini, kita dapat digolongkan orang-orang yang ikhlas apabila kita telah mampu menghilangkan keinginan kita untuk mendapat perhatian dan pujian orang lain, karena yang kita lihat dan perhatikan hanya Allah. Jika hal seperti ini dapat kita lakukan, tentu kita tidak akan takut ketika kita mengungkapkan kebenaran dan tidak ragu untuk menangis di setiap shalat yang khusyuk karena yang kita lihat adalah Allah, bukan orang lain.


Pengertian lain dari ikhlas adalah tidak mencari seorang pun untuk menyaksikan apa yang kita kerjakan. Kita tidak diperkenankan untuk mencari seseorang yang menjadi saksi perbuatan kita. Jadikan Allah sebagai saksi perbuatan amal yang kita lakukan. Untuk itu, kita tidak perlu orang lain untuk menyaksikan shalat dan tangisan kita; kita tidak memerlukan saksi terhadap haji yang sudah kita lakukan sampai enam kali; kita tidak memerlukan saksi ketika kita berjihad di jalan Allah; kita tidak memerlukan saksi ketika kita sudah berjilbab. Sebab Allah-lah yang akan menyaksikan dan melihat kita dalam melakukan segala hal, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Fath ayat 28:

"Cukuplah Allah sebagai saksi".

Beberapa pengertian di atas menunjukkan bahwa ikhlas adalah perbuatan hati. Ikhlas merupakan pendahuluan sebelum kita mengerjakan sesuatu, yang dapat disempurnakan dengan hati yang ikhlas. Karena fondasi awal untuk mengerjakan sesuatu adalah hati yang ikhlas. Keikhlasan seseorang dalam mengerjakan sesuatu tak dapat diketahui secara kasat mata, hanya Allahlah yang dapat mengetahuinya.

Amal apa yang mungkin dapat kita kerjakan dengan ikhlas? Semua perintah Allah merupakan amal ibadah yang dapat kita kerjakan dengan ikhlas selama mengharapkan keridhaan-Nya. Seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan ibadah-ibadah ukhrawi lainnya. Selain itu, juga perbuatan duniawi seperti makan, minum, tidur, nikah, kerja, dan olahraga harus disertai dengan niat mencari ridha Allah Azza wa Jalla.

Ketika ada yang bertanya, "Kita yakin bahwa semua ibadah ukhrawi harus diniatkan ikhlas karena Allah, lalu apa dasar hukum pekerjaan duniawi harus ikhlas karena Allah?" Firman Allah dalam surah Al-An'am ayat 162-163:

Katakanlah, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagu-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa kita dapat ikhlas dalam mengerjakan shalat atau ibadah-ibadah ukhrawi lainnya. Sebab, pembatasan gambaran ikhlas dalam ibadah-ibadah ukhrawi itu tidak dibenarkan. Karena maksud dari ikhlas adalah semua aktivitas kehidupan kita hanya untuk Allah baik aktivitas ukhrawi maupun duniawi. Mendidik anak di rumah, mencari pendamping hidup, memilih pakaian, memilih makanan, hingga kita tidur, makan, dan minum, semua harus disertai dengan mengharapkan keridhaan Allah. Inilah pengertian umum tentang ikhlas.

Wallahu'alam...

No comments:

Post a Comment