2010-12-15

Langit Penuh "angan-angan"

"Biar langit terus menunjukkan diri, tetap kau injak bumi."

Apa yang banyak kulihat dalam kehidupan, sehingga terbesit kata-kata itu dalam benak diri ini. Betapa dulu ku tak sadar, nikmat itu dengan bersyukur terhadap apa yang telah diberi oleh-Nya, sehingga merasa ku cukup dengan apa yang ada, tak perlu berkeluh kesah, karena memang yakinlah harus pada-Nya dengan sepenuh hati. Tidaklah mungkin Dia membiarkan hamba-Nya yang bersyukur, nikmat yang lebih akan Ia janjikan.

Relatifnya batas kecukupan tiap insan, sedikit apapun harta milik, apabila dipenuhi dengan rasa syukur, bahagialah ia, karena tak selalu ia lihat langit, atau hanya membiarkan langit menunjukkan dirinya dan tetap menapak bumi, alias tidak silau dengan gemerlapnya dunia. Lain halnya dengan si pengejar langit, jarang ia lihat ke bawah, hidup penuh dengan angan-angan untuk "lebih" dalam setiap hal, tak lah tenang hatinya, sulitlah ia bahagia, karena tak pernah akan merasa cukup, sehingga akan menyulitkannya bersyukur meski harta milik berlimpah.

Kejarlah kebahagiaan, dengan mencari dan mendekati Sang Pemilik Kebahagiaan Yang Maha Sempurna

No comments:

Post a Comment