Bismillahirrahmanirrahiim...
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."
(QS. An-Nisaa : 48)
Kehidupan ini tentu tidak berjalan begitu saja, semua ada yang mengatur dan mengendalikan. Dialah Allah Rabbul 'alamin. Tiada penolong dan pelindung kecuali Allah. Dengan izin-Nya lah kehidupan ini berjalan.
"Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong."
(QS. Al-Baqarah : 107)
Hendaklah kita hanya bertuhan kepada-Nya dan istiqamah. Apakah kita duakan Dia? Apakah dalam kehidupan kita masih menggunakan azimat-azimat untuk melengkapi setiap kegiatan dalam kehidupan , seolah-olah tidaklah cukup Allah sebagai pelindung dan penolong.
Apalagi ketika kita memperlakukan Allah bukan seperti Tuhannya alam ini. Kita bekerja, tetapi tidak melibatkan Allah. Kita usaha, tanpa beribadah kepada-Nya, jadi seakan-akan kita hidup begitu saja, seakan tidak ada Allah di kehidupan ini. Lalu apakah hal seperti itu termasuk bertuhan Allah? Atau lebih parahnya tidak bertuhan.
Banyak kemusyrikan yang tidak kita sadari. Karena terkadang sembunyi dalam kata-kata indah. Misal sekarang banyak iklan-iklan tentang azimat sakti, mereka bilang azimat itu ialah hasil pendekatan kepada Yang Maha Agung. Atau berkata "kita tidak sedang menuhankan Allah. Kita hanya menggunakan benda-benda magis ini sebagai perantara saja menuju Allah." Padahal Allah tidak butuh perantara. Allah tidaklah butuh surat pengantar untuk menuju Diri-Nya. Dia buka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin memasukinya. Langsung, tak butuh perantara. Dia selalu menyediakan waktu-Nya untuk mendengarkan kita, baik itu keluhan maupun permintaan atau apapun. Karena Dia Maha Dekat, tinggal kita yang menyiapkan diri menerima kehadiran kuasa-Nya.
"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), 'Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya,' Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar."
(QS. Az-Zumar : 3)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
(QS. Qaaf : 16)
Koreksilah diri kita, diantaranya dari kemusyrikan.
"... Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
(QS. Ali Imran : 173)
"... Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu)."
(QS. An-Nisaa : 45)
Kadang siapapun dapat terjerumus pada kemusyrikan. Semoga Allah mengaruniakan ampunan kepada kita kalau-kalau kita sudah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah atau terjebak dalam kemusyrikan yang samar.
"(Mereka berdoa),'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)."
(QS. Ali Imran : 8)
Wallahu'alam...
No comments:
Post a Comment