2010-09-23

Riya

Bismillahirrahmanirrahiim...

Riya berasal dari kata ru'yah, yang artinya selalu ingin dilihat orang lain. Karena itu, semua perbuatan yang dilakukan hanya karena ingin dilihat oleh orang lain dinamakan riya. Allah berfirman melalui hadis Qudsi:

Aku tidak suka dengan orang-orang yang menyekutukan-Ku. Barangsiapa yang beramal bukan untuk-Ku, maka amalan itu untuk sekutu-Ku, dan aku bebas darinya. (HR Muslim)

Jika diperhatikan, kalimat yang terkandung dalam hadis ini sangat menakutkan. "Aku tidak suka dengan orang-orang yang menyekutukan-Ku" karena tiada Tuhan selain Allah,dan barangsiapa yang beramal agar amalannya terlihat orang lain, maka Aku tidak akan bertanggung jawab di akhirat nanti, karena amalan tersebut untuk orang yang dituju. Bayangkan jika kita selama ini beribadah bukan untuk Allah, tapi agar dilihat oleh orang lain, mudah-mudahan kita tidak termasuk golongan ini.

Terkait itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda : "Yang paling saya takutkan pada kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya,"Apa yang dimaksud dengan syirik kecil, Rasulullah?" Rasul menjawab, "Riya!".

Pada hari kiamat, saat semua perbuatan dipertanggungjawabkan, Allah akan berkata kepada kita semua tentang amal ibadah yang pernah kita lakukan. "Pergilah kalian semua kepada orang-orang yang telah kalian jadikan tujuan amal ibadah kalian, dan lihat apakah kalian akan mendapat pahala darinya!" Apakah kita mendapatkan dari amal ibadah kita jika ibadah itu ditujukan untuk mendapat perhatian orang lain? Untuk siapa amalan kita? Siapa yang akan memberikan pahala kepada kita di hari yang tidak ada satu pun makhluk yang berkuasa kecuali Allah.


Konon, pada hari kiamat, Allah akan memanggil orang-orang yang mengerjakan amal ibadah tidak tulus dan ikhlas untuk Allah dengan empat cara. Pertama, "wahai orang-orang yang beramal untuk orang lain, yang bodoh, yang celaka, dan yang merugi, pergilah kalian kepada orang yang menjadi tujuan kalian dalam melakukan amal ibadah, karena tidak ada pahala untuk kalian dari Aku". Apakah kita rela dan tidak malu, ketika Allah memanggil kita seperti itu di hari kiamat nanti? Relakah kita untuk melakukan perbaikan diri dengan cara taat dan patuh kepada Allah sehingga kita akan mendapatkan kebahagiaan, lalu menangis karena seorang melihat ibadah yang kita lakukan. Semua yang kita lakukan di dunia akan kita rasakan di akhirat.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam ditanya oleh seorang sahabatnya,"Rasulullah, apakah umatmu akan menyekutukan allah setelah engkau wafat? Rasulullah menjawab,"Mereka menyekutukan Allah tidak dengan menyembah matahari, bulan, batu, tidak juga berhala. Namun, mereka menyekutukan Allah dengan cara riya." (HR. Ahmad)

Ini adalah bentuk kesyirikan yang akan banyak dilakukan umat Muhammad. Rasul bersabda, "Barangsiapa yang beramal hanya ingin diperhatikan orang lain, maka Allah akan membuka semua amalannya di akhirat nanti." Orang yang ingin diperhatikan amal ibadahnya oleh orang lain, di akhirat kelak semua aibnya akan dibukakan oleh Allah dan orang tersebut dicap pembohong.

Kisah yang digambarkan Rasulullah pada hari pembalasan bagi orang-orang yang memiliki sifat riya sangat mengerikan. Dan masih banyak gambaran pada hari itu bagi orang yang suka pamer (riya).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Ada tiga golongan orang yang pertama kali akan dilemparkan ke dalam api neraka pada hari kiamat. Pertama, orang yang (mengaku) mati syahid. Ia didatangi Allah kemudian menyebutkan penyebab kematiannya,"Saya berperang untuk menegakkan agama-Mu sampai akhirnya saya terbunuh sebagai syahid!" Allah menjawab, "Bohong! Engkau terbunuh bukan untuk menegakkan agama-Ku, melainkan agar engkau dianggap sebagai pemberani!" Kemudia dia dilemparkan ke dalam api neraka jahanam. Lihatlah bagaimana Allah menempatkan orang yang beriman dan memiliki keteguhan hati untuk berjihad di jalan Allah di neraka jahanam hanya karena perbuatan riya.

Orang kedua yang akan dijebloskan ke dalam api neraka adalah orang yang berilmu dan pandai membaca Al-Quran. Dia datang kepada Allah dan menceritakan amal perbuatan yang pernah ia lakukan di dunia. Allah berfirman,"Apa yang telah kalian kerjakan di dunia?" Mereka menjawab,"Kami mempelajari ilmu dan mengamalkannya tulus dan ikhlas untuk-Mu, dan kami mengajarkan kepada masyarakat membaca Al-Quran hanya untuk-Mu." Kemudian Allah menjawab,"Kalian bohong! Kalian mengamalkan ilmu dan membaca Al-Quran kepada masyarakat bukan untuk mendapatkan keridhaan-Ku, melainkan mengharapkan agar masyarakat menganggap kalian orang yang pintar dan ahli membaca Al-Quran. Allah pun memerintahkan malaikat untuk membawa mereka ke neraka.

Ketiga adalah orang yang diberi keluasan rezeki oleh Allah sampai hartanya melimpah, dan dia sibuk menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan memberikan kepada orang-orang yang berhak mendapatkannya. Namun, setelah ia menghadap Allah dan ditanya,"Apa yang telah engkau kerjakan di dunia?" "Tuhanku, saya tidak meninggalkan sedikitpun perintah-Mu untuk menginfakkan harta yang sudah Engkau berikan kepadaku dengan menginfakkan kepada mereka yang berhak!" Allah menjawab,"Bohong! Engkau melakukan semua itu agar masyarakat menganggap orang yang dermawan!" Orang yang ketiga ini dibawa malaikat untuk menghuni neraka.

Rasulullah bersabda,"Ketiga golongan itulah yang pertama kali menghuni neraka. Mereka memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan sungguh-sungguh dalam mengamalkannya, juga pandai membaca Al-Quran, namun semata-mata ingin dipandang masyarakat sebagai orang yang berilmu dan pandai membaca Al-Quran, tidak tulus karena Allah. Sama halnya dengan orang yang berjihad dan menginfakkan hartanya di jalan Allah. Mereka tidak mendapatkan surganya Allah, karena buka keridhaan Allah yang diharapkan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda,"Mintalah perlindungan kepada Allah dari telaga yang penuh dengan air mata." Para sahabat bertanya,"Rasulullah, apa yang dimaksud telaga berisi penuh dengan air mata?" Rasul menjawab,"Sebuah telaga yang berada di neraka jahannam, berlindunglah kalian darinya setiap hari empat ratus kali!" Sahabat kembali bertanya,"Rasulullah, telaga itu dipersiapkan untuk siapa?" Rasul menjawab, "Telaga itu dipersiapkan untuk orang yang membaca Al-Quran tetapi untuk mendapatkan perhatian orang lain." (HR Tirmidzi).

Yang dimaksud al-qurra' adalah orang yang hafal Al-Quran, mengamalkannya, mengajarkan tajwidm dan mengajarkan ilmunya. Namun, karena sifat riya yang dimilikinya, Allah menempatkannya di neraka jahanam.

Wallahu'alam...

3 comments:

dewi ayu sartika putri said...

astaghfirullahaladzim...
semoga kita tidak termasuk sebagai orang yg riya'...

ibrahim said...

bagus sekali kawan,,
teruslah berjuang,,,

ευτυχία said...

amiin..

syukron..
semoga tetap istiqomah

Post a Comment